Kisah Doni Monardo Bebaskan Sandera Kapal MV Sinar Kudus dari Perompak Somalia 12 Tahun Lalu

Danjen Kopassus, Mayjen TNI Doni Monardo (kanan) saat acara syukuran HUT ke-63 Kopassus di Cijantung, Jakarta, 29 April 2015. Syukuran dan silaturahmi tersebut dihadiri para purnawirawan Kopassus, tokoh eks Gerakan Aceh Merdeka, Organisasi Papua Merdeka, dan para tokoh Timor-timur. Tempo/Dian Triyuli Handoko

[KONTENISLAM.COM]  Letnan Jenderal (Purn) Doni Monardo meninggal pada Ahad, 3 Desember 2023 setelah berjuang melawan penyakit sejak September tahun yang sama.

Pada Senin, 4 Desember 2023, Doni dimakamkan di Taman Makam Pahlawan atau TMP Kalibata Jakarta Selatan.

Eks Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2019-2021 ini dulunya pernah ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Wakil Komando Satuan Tugas untuk membebaskan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia pada 2011.

Doni Monardo, yang pada saat itu masih menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (DanPaspampres), menerima tugas berat ini dengan penuh tanggung jawab.

Dilansir dari Diskominfotik.bengkaliskab.go.id, Doni Monardo berhasil memimpin operasi pembebasan dengan sukses, yang pada akhirnya meningkatkan pangkatnya menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) sebagai penghargaan atas keberhasilannya dalam mengatasi krisis tersebut.

Kronologi Pembebasan Kapal MV Sinar Kudus
 
Peristiwa penyanderaan terhadap 20 anak buah kapal MV Sinar Kudus oleh perompak Somalia dimulai pada 16 Maret 2011.

Kapal tersebut dibajak di koordinat 13.37,78 utara/59.03,88 timur dan digunakan sebagai mothership pembajak untuk beroperasi ke utara sampai Teluk Oman.

Pada 18 Maret, setelah proses perencanaan operasi, dipilihlah opsi yang melibatkan dua kapal fregat, satu helikopter, dan pasukan khusus terdiri dari Marinir, Kopassus, dan Kopaska.

Presiden memberikan persetujuan, dan pada 21 Maret, operasi pembebasan dimulai. Doni Monardo dan pasukannya berangkat dari Jakarta dan bergabung dengan kapal di Kolombo.

Perjalanan menuju Somalia tidaklah mudah. Pada 4 April, gugus tugas tiba di Somalia dengan pertimbangan yang cermat.

Mereka harus menghadapi kondisi di mana kapal Sinar Kudus lego jangkar di antara delapan kapal lain yang juga dibajak. Belum ada negara lain yang berhasil membebaskan kapal dalam kondisi tersebut.

Pada 6 April, satuan tugas melanjutkan perjalanan ke Salalah, Oman. Selama perjalanan, negosiasi dengan perompak terus berlangsung, dan pada 13 April, ada titik terang.
 
Pelaksanaan tebusan harus dipastikan dapat menjamin keselamatan ABK dan pada saat pelepasan akan dilaksanakan tindakan militer terhadap pembajak.

Keputusan penting diambil pada 18 April, di mana pembebasan sandera akan dilanjutkan dengan pengejaran terhadap perompak melalui operasi militer.

Aksi tersebut mengandalkan kekuatan 1 LPD, 1 heli, dan pasukan khusus (Marinir, Kopassus, Kostrad), serta pelibatan Sandi Yudha.

Pada 30 April, penyerahan uang tebusan dan pembebasan dilakukan. Kapten Kapal Sinar Kudus Slamet Juari menjadi saksi dari momen bersejarah ini. Berita acara penyerahan buntelan duit dolar itu selesai diteken Slamet.

“Already Receive This Money”. Begitu bunyi dokumen terakhir. Jepret-jepret foto selesai, dokumen di-scan dan dikirim via surat elektronik ke Jakarta.

Pada 1 Mei 2011, setelah perjuangan panjang selama 46 hari, empat perompak terakhir turun dari kapal Sinar Kudus, dan aksi militer dilaksanakan.

Sterilisasi dilakukan untuk mengatasi kemungkinan masih adanya perompak atau bahan peledak di kapal.

Kapal pun akhirnya dibawa ke Shalala Oman untuk dioperasi. Kapal Sinar Kudus, yang mengangkut nikel milik PT Aneka Tambang, akhirnya melanjutkan perjalanan ke Rotterdam, Belanda, dengan pengawalan dari pasukan TNI. [Tempo]

Ikuti kami di channel Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaMoaxz2ZjCvmxyaXn3a | 

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam


Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Ikuti Kami Di Goole News : Google News Konten Islam

close