Andi Widjajanto Sebut Pemilu 14 Februari Sebagai Titik Kritis Jokowi

Daftar Isi


KONTENISLAM.COM - Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto mengungkap tiga hal yang pernah disampaikan Presiden Jokowi kepadanya terkait Pemilu 2024.

Andi adalah mantan Gubernur Lemhannas. Ia dikenal sebagai "orang Jokowi" sejak lama.

Andi pernah menjadi Deputi Tim Transisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) setelah Pilpres 2014. Andi juga pernah menjabat Sekretaris Kabinet.

Dalam podcast Political Show CNN Indonesia yang akan tayang Jumat (9/2) pukul 19.00 WIB di situs dan Youtube CNN Indonesia, Andi bercerita dua hari sebelum Putra Jokowi, Gibran Rakabuming dideklarasikan sebagai cawapres Prabowo, ia dan beberapa orang lain dipanggil oleh Jokowi.

Menurutnya, Jokowi saat itu menyampaikan tiga hal. Pertama, Prabowo-Gibran akan menang, lalu PSI akan masuk parlemen, dan ketiga suara PDIP akan turun di Pemilu.

"Kira-kira, Prabowo pasti menang, lalu PSI akan masuk parlemen, lalu yang nomor 3 suara PDI Perjuangan akan turun. Itu yang dinyatakan oleh Pak Jokowi, jadi di situ kemudian Pak Jokowi mengatakan 'kalian hebat kalau nanti bisa mengalahkan saya'," kata Andi.

Andi mengaku tidak terlalu mempermasalahkan pernyataan Jokowi soal Prabowo akan menang dan PSI masuk parlemen.
 
Namun, ia mempermasalahkan pernyataan Jokowi soal suara PDIP akan turun.

"Saya nomor satunya Prabowo menang saya enggak terlalu masalah, serius saya enggak terlalu masalah. PSI masuk parlemen saya juga nggak terlalu masalah. Tapi ketika Pak Jokowi mengatakan suara PDI Perjuangan turun, di situ saya masalah," katanya.

Menurut Andi, pernyataan itu bermasalah lantaran Jokowi masih berstatus kader PDIP. Andi mengaku hanya diam saat mendengar pernyataan Jokowi itu.

"Saya mengatakan, loh Bapak masih kader, dalam hati ya, bapak masih kader kenapa kemudian membuat rencana untuk menurunkan suara partai sendiri," ujarnya

"Saya diam saja, mendengar, selesai, saya pulang cenderung tidak mengatakan apa-apa," imbuh Andi.

Andi Widjajanto Sebut Pemilu 14 Februari Sebagai Titik Kritis Jokowi

Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto menilai hari pencoblosan Pemilu pada 14 Februari mendatang sebagai titik kritis. Ia menanti bagaimana sikap presiden saat quick count telah keluar.

Andi awalnya ditanya pendapat soal gerakan mahasiswa dan guru besar sejumlah universitas yang belakangan mengkritisi kondisi demokrasi di Indonesia.
 
"Kalau nanti di putaran kedua (gerakan) terus bergulir, ini akan membahayakan kestabilan politik pemerintahan Pak Jokowi enggak?" tanya host podcast Political Show CNN Indonesia Rivana Pratiwi.

Menurut Andi, bisa jadi gerakan itu membahayakan kestabilan politik pemerintahan Jokowi, namun, kata dia, perlu ditunggu pada 14 Februari yang menurutnya titik kritis.

"Titik kritis nanti ada quick count keluar sekitar jam 4 sore, lalu pandangan terhadap quick count itu seperti apa. Itu titik kritis," ujar Andi.

Ia berpendapat ketika quick count keluar, tiga pasangan calon yang memiliki keinginan menang satu putaran dan dua putaran, tidak akan langsung mengonfirmasi sikap atas hasil quick count tersebut.

"Ada yang keinginannya menang satu putaran, ada yang keinginannya menang dua putaran. Tapi untuk pertama kalinya mungkin ada kecenderungan 01, 02, 03 tidak segera mengonfirmasi mereka setuju atau tidak dengan quick count. Jadi ngambang," ujarnya.

Saat itu, menurutnya, akan terlihat apakah ada sikap dari presiden atau tidak. Andi mengatakan presiden yang demokratik seharusnya bersikap dengan menyerahkan hasil kepada penyelenggara Pemilu.

"Itu titik kritis kita di 14 februari. Titik kritis pertama. Di situ akan dilihat apakah ada sikap dari presiden atau tidak. Kalau presidennya bersikap demokratik, presiden akan menyerahkan ke penyelenggara pemilu, untuk kemudian memproses perhitungan manual yang bisa memakan waktu satu bulan," ujarnya.

SumberCNN

Ikuti kami di channel Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaMoaxz2ZjCvmxyaXn3a | 

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam


Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Ikuti Kami Di Goole News : Google News Konten Islam

close