Isi Situs Penyebar Kabar Dugaan Skandal Suap Prabowo Bikin Melongo


KONTENISLAM.COM - Dugaan skandal suap Prabowo Subianto mengemuka sejak sebuah situs bernama META NEX merilis tulisan bernada investigatif pada Jumat, 9 Februari 2024.

Isi laman META NEX yang memuat kabar dugaan skandal suap Prabowo itu jadi rujukan dan tangkapan layarnya diunggah di media sosial.

Saat ditelusuri, META NEX ternyata bukan situs berita politik melainkan situs yang mengulas teknologi, gadget dan komputer jinjing.

Situs META NEX yang merilis tulisan berisi dugaan skandal suap Prabowo.

Diberitakan sebelumnya, META NEX menulis dugaan skandal suap Prabowo pada Jumat 9 Februari 2024.

Narasi tulisan berjudul "Indonesia Prabowo Subianto EU Corruption Investigation" itu setidaknya berisi beberapa poin sebagai berikut:

1. Pada Januari 2023, Prabowo sebagai Menhan RI bersepakat dengan Qatar untuk membeli 12 unit pesawat tempur Mirage 2000-5 bekas tentara Qatar seharga total $792 juta.

Artinya, 1 unit pesawat tempur Mirage 2000-5 disetujui seharga $66 juta.

Padahal, pada 2009, saat Menhan RI dijabat Juwono Sudarsono, Indonesia menolak pemberian gratis pesawat tempur Mirage 2000-5 karena alasan pemeliharaan yang lebih mahal.

Selain catatan peristiwa hibah 2009 itu, perlu juga diketahui bahwa Dari tahun 1990-an hingga 2007, Dassault Aviation menjual Mirage 2000 dengan harga antara $23 juta hingga $35 juta per unit. Selisih lumayan lah dengan $66 juta yang disanggupi Indonesia lewat Menhan Prabowo.

2. Kesepakatan diteken bersama sebuah unit perusahaan pertahanan Ceko Czechoslovak Group (CSG) bernama Excalibur International.

3. Qatar menawarkan potongan harga sebesar 7 persen dari $792 juta berdasarkan persetujuan pribadi Menteri Pertahanan Qatar Khalid bin Mohammed Al Attiyah. Artinya Indonesia dapet cashback $55,4 juta dari Qatar.

Pada Januari 2023, Prabowo berkunjung ke Qatar menggunakan jet pribadinya. Di Bandara Doha, Prabowo diberi uang tunai sebesar $20 juta pertama. Jumlah itu berkisar Rp312.723.000.000.

4. Badan antikorupsi Eropa, The Group of States Against Corruption (GRECO), dilaporkan mengirimkan telegram ke Kedutaan Besar AS di Jakarta pada 25 Januari.

Isi telegramnya, informasi bahwa European Investigative Order (EIO) tengah menyelidiki Excalibur International, terkait kesepakatan jual beli 12 unit pesawat tempur Mirage 2000-5 itu.

GRECO juga meminta bantuan kedutaan AS di Indonesia terkait penyelidikan ini.

Tulisan karya Jhon William itu ditutup dengan harapan agar rakyat Indonesia memilih Presiden RI mendatang dengan pengetahuan yang cukup mengenai latar belakang calon presidennya.

"Mungkin saja pengungkapan yang kami peroleh membuat rekam jejak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan diteliti lebih detail. Masyarakat Indonesia berhak mengetahui kebenarannya sebelum mereka menuju tempat pemungutan suara pada tanggal 14 Februari agar mereka mendapat informasi yang lebih baik saat memilih," tulis Jhon.

Sebagai tambahan informasi, META NEX juga menulis bahwa perihal ini sudah menjadi perhatian DPR RI.

“Apa yang begitu mendesak sehingga kami harus membeli jet bekas dan tua?” tanya Tubagus Hasanuddin, menurut surat kabar Kompas.
Bantahan dari Kemenhan RI

Terkait kemunculan artikel dari META NEX itu, Kemenhan RI menyatakan bantahannya.

“Berita tersebut fitnah. Faktanya tidak ada pembelian pesawat tersebut. Dan tidak pernah terjadi,” kata Dahnil kepada IDN Times, Jumat, 9 Februari 2024.

Pengamat Intelijen Nyatakan Imbauan Serius

Urusan dugaan skandal suap Prabowo Subianto dikhawatirkan berbuntut panjang oleh pengamat Intelijen.

Adalah pengamat militer dan intelijen Connie Rahakundini Bakrie yang turut merespon kabar miring Prabowo yang kini menyeruak.

"Di berita yang beredar itu dan diplomatik paper yang kami terima dan kawat yang kami terima adalah sekitar 40 persen dari komisi sudah diterima beliau (Prabowo, red) di Qatar dengan dibawa jet pribadi," kata dia saat ditanya awak media setelah menghadiri acara di Jakarta Utara, Jumat, 9 Februari 2024.

Connie juga menyinggung risiko panjang dari urusan dugaan skandal suap Prabowo ini. Pasalnya, Uni Eropa dikenal tak main-main untuk urusan yang terkait dengan Alutsista.

"Masalah lebih besarnya adalah EU ini sangat correct terhadap kasus-kasus seperti ini. Jadi, alutsista itu sangat hati-hati," kata Connie.

Karenanya, klarfikasi dari Prabowo menjadi penting dan Indonesia harus sangat berhati-hati.

"Mesti hati-hati, tuntutan EU (Europa Union, red) ini akan panjang, karena EU melakukan ini dan akan sampai ke akarnya benar atau tidaknya, kan, tidak tahu," kata Connie.***

Sumber: pojokbaca
 

Ikuti kami di channel Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaMoaxz2ZjCvmxyaXn3a | 

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam


Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Ikuti Kami Di Goole News : Google News Konten Islam

close