PSI Mulai Tercoreng - KONTENISLAM.COM Berita Terupdate

PSI Mulai Tercoreng

PSI Mulai Tercoreng


KONTENISLAM.COM - Partai Solidaritas Indonesia yang terkenal antikorupsi itu kini digoyang kasus pemerkosaan. Ketua PSI Jakarta Barat Anthony Norman Lianto diduga memerkosa anggota baru PSI, perempuan inisial WS, 29. Akhirnya, Anthony mundur dari PSI Selasa, 26 Maret 2024.

PENGUNDURAN DIRI itu kian menguatkan persepsi publik bahwa dugaan pemerkosaan itu memang terjadi. Sebab, Anthony juga tidak mengonfrontasi tuduhan tersebut ke publik.

Kejadiannya sudah cukup lama. Pada 5 dan 6 Desember 2023. WS juga sudah melapor ke pihak pengurus PSI, tapi hanya terus diproses dan digodok. Lalu, WS lapor Polda Metro Jaya, tapi juga belum mencapai rasa keadilan WS karena belum diproses.

Akhirnya diunggah di medsos X oleh W. Sehingga viral. Disusul pemberitaan media massa. Heboh. Pihak terduga pemerkosa, Anthony, tidak melakukan klarifikasi ke pers. tetapi, ia langsung mengundurkan diri dari PSI. Tanpa menjelaskan alasan pengunduran diri itu.

Diceritakan WS kepada wartawan, Rabu, 27 Maret 2024 secara kronologi, begini:

Bermula WS melihat situs resmi PSI. PSI membuka lowongan anggota baru. Itu pada pekan keempat November 2023. WS asal Solo, merantau ke Jakarta belum punya pekerjaan. Maka, ia mengirimkan lamaran ke PSI.

WS: ”Tanggal 29 November 2023 saya dipanggil pihak PSI. Saya disuruh datang ke Kopdarwil PSI. Lima hari kemudian, 4 Desember 2023, saya ditawari jadi buzzer PSI atau prajurit media sosial untuk meningkatkan elektabilitas PSI di pemilu yang akan digelar 14 Februari 2024.”

WS langsung mau. Maka, dia diminta datang ke kantor PSI Jakarta Barat.

Pada 5 Desember 2023 pagi WS sudah tiba di kantor tersebut. Ternyata kantor sepi, tanpa orang. WS bingung celingukan, tak ada yang bisa ditanya. Dia masih menunggu di sana, menduga mungkin anggota PSI belum datang.

Lalu, HP-nya berdering. Dari nomor tak terdaftar di phone book. Ternyata si penelepon adalah Ketua DPD PSI Jakarta Barat Anthony.

Dikatakan Anthony, hari itu di kantor memang sedang tidak ada orang. Anthony meminta WS menuju minimarket tak jauh dari sana. Dipandu arah menuju minimarket tersebut.

WS menuruti petunjuk itu. Ketemulah dia dengan Anthony di sana. Kemudian, WS diajak makan oleh Anthony. WS makan ditraktir Anthony.

WS: ”Setelah ketemu dan makan di sana, aku diajak Anthony. Semula kukira akan menuju kantor PSI yang kosong tadi. Ternyata diajak ke sebuah rumah, yang ternyata rumah Anthony.”

Di rumah tersebut juga tidak ada siapa-siapa, cuma mereka berdua. Di sanalah WS mengaku disekap. Langsung dimasukkan kamar, dikunci. Berdua.

”Di situ ia mencium aku. Maksa. Aku udah bilang enggak mau. Ia terus maksa.”

Saat itulah WS mengaku diperkosa Anthony. Berkali-kali. ”Aku berontak dan menangis, tapi aku enggak bisa apa-apa,” kata WS. ”Aku disekap di situ sampai malam, sampai esok harinya. Kamar dikunci, aku enggak bisa apa-apa.”

Esoknya, Rabu, 6 Desember 2023, Anthony membolehkan WS pulang. Namun, sebelum WS meninggalkan rumah itu, menurut WS, Anthony memberikan peringatan, begini:

WS: ”Aku disuruh diam, dilarang ngomong ke siapa-siapa soal kejadian itu. Kalau aku ketemu ia di depan banyak orang, anggap aja kayak enggak ada apa-apa. Kayak tidak saling mengenal antara aku dan ia.”

Saat itu WS mengaku menurut saja, supaya bisa segera pulang dan dia memang bisa pulang. Ternyata esoknya WS langsung berkoar, melapor ke pimpinan PSI. Seketika jadi bahan gunjingan warga PSI di sana. Tapi, cuma digunjing. Tidak diproses. Sepi. Seperti tidak ada apa-apa.

Karena cerita itu tersebar dari mulut ke mulut, ada pengacara yang mau jadi kuasa hukum WS, yakni Tommy Lambuaso. Tentu WS senang karena didampingi pengacara.

Tommy kepada wartawan mengatakan: ”Selanjutnya, ada dari teman-teman di PSI yang mengarahkan klien kami untuk didampingi ke PPA atau P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak). Kemudian, klien kami ditempatkan di rumah aman, safe house, kurang lebih seminggu.”

Dilanjut: ”Pada 12 Desember 2023, WS dan kami dengan didampingi para pihak dari P2TP2A melaporkan Anthony Norman ke Polda Metro Jaya.”

Namun, polisi menolak laporan tersebut. Sebab, Anthony adalah caleg PSI untuk DPRD DKI Jakarta Dapil 10.

Tommy: Laporan klien kami tidak bisa diterima polda. Harus menunggu setelah pemilu. Klien kami frustrasi, kecewa, sempat sakit, dan beberapa teman yang dekat klien kami ini menyarankan untuk keluar dari situ (rumah aman) karena progresnya tidak ada.”

Setelah pemilu pun belum diproses polisi. Akhirnya WS mengunggah ke medsos, lalu viral.

Benarkah polisi tidak mengusut laporan itu?

Kabidhumas Polda Metro Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis, 28 Maret 2024, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.

Ade: ”Tanggal 10 Januari 2024 Polda Metro Jaya menerima laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Pelapornya Saudari WS yang dilaporkan adalah Saudara ANL.”

Kini penyidik Polda Metro Jaya sedang mendalami laporan tersebut. ”Mohon waktu, penyidik masih bekerja,” ujarnya.

Meski dilihat dari reaksi Anthony yang tidak klarifikasi, tetapi langsung mundur dari PSI, belum tentu ia memerkosa WS. Sampai kini Anthony masih diduga memerkosa WS berdasar pernyataan WS.

Kebetulan, dulu-dulu partai ini belum pernah bermasalah hukum seheboh ini. Kebetulan pula, di bawah pimpinan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, barulah PSI dihebohkan kasus hukum.

Terlepas, apakah laporan kekerasan seksual itu kelak terbukti atau tidak, partainya anak muda itu sudah mulai tercoreng. Sayang sekali.

Sumber:
HarianDisway

Ikuti kami di channel Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaMoaxz2ZjCvmxyaXn3a | 

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam


Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Ikuti Kami Di Goole News : Google News Konten Islam

close